A place where you need to follow for what happening in world cup

Akibat Situs Raden Matangaji Dirusak Developer, 6 Pekeja Mendadak Sakit

0 1.898
Cirebon-Busernews19.com
Akibat adanya proyek perumahan Dua Mata Residence, maka salah satu situs bersejarah pun dirusak demi berdirinya sebuah perumahan. Situs Raden Matangaji  yang seharusnya menjadi situs sejarah kini dirusak dan  dibongkar oleh para pegawai yang bekerja diperum Dua Mata Residen.
Inilah akibatnya bila pemerintah setempat memberikan izin sembarangan tanpa memperhatikan situs- situs bersejarah yang seharusnya dijadikan salah satu tempat bersejarah sebagai cagar budaya.
Namun terjadi keanehan tatkala situs Raden Matangaji dibongkar oleh pihak developer property itu, yang dimana developer Dua Mata Residence, yang menyuruh pekerjanya untuk melakukan penebangan pohon dan pengerukan tanah diarea situs petilasan Sultan Matangaji, Desa Karya Mulya Kecamatan Kesambi  mendadak sakit.
Menurut keterangan dari juru kunci, H. Kurdi, yang dihubungi  pada jumat (14/02), menjelaskan,”Sekitar dua minggu kebelakang datang rombongan dari pekerja proyek, meraka langsung menebang pohon dan mengeruk tanah dengan alat berat, pengerukan tanah tersebut, sebagian lubang air keramat menjadi tertutup. Dan saung yang biasa digunakan peziarah pun ikut dirusak,”Jelasnya.
“Selaim itu juga areal sekitar situs Raden Matangaji yang kini kondisinya sudah rusak, berakibat ada keanehan yang terjadi, keenam orang pekerja perumahan, mendadak sakit. Sakitnya pum tidak terditeksi oleh medis, dan hingga berita ini diturunkan ke enam karyawan perum Dua Mata Residen masih belum sembuh baik secara pengobatan medis maupun non medis,”Ungkap juru kunci.
Kecerobohan pemerintah setempat dan developer yang sembarangan dalam melakukan penebangan dan pengerukan lokasi bersejarah itu, diakibatkan cerobohnya pemerintah setempat yang merelakan situs bersejarah diobrak -abrik dengan ditebangnya pohon dan diratakannya situs sejarah. Kini harus berdampak buruk terdapat pekerjanya yang kini mengalami sakit pasca pengrusakan situs sejarah itu.
 ( Wahab/ Wahyu Wijaya)

Leave A Reply

Your email address will not be published.