A place where you need to follow for what happening in world cup

Nasabah Kecewa, Bank BTN Mekargalih, Tidak Perkenankan Masuk Karena Tidak Memakai Masker

0 345

JATINANGOR – Sejumlah nasabah Bank Tabungan Negara (BTN) di Dusun Munggang RW 08 Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor, mengaku kecewa lantaran mereka tak diperkenankan masuk ruangan gara -gara tak memakai masker. Padahal, mereka mengaku ditagih beberapa kali oleh pihak bank lantaran belum menyetorkan cicilan setoran kepemilikan rumah (KPR) gara gara lockdown.

Ironisnya, ketika nasabah memaksakan diri pergi ke bank untuk setor tagihan, pihak bank menolak gara gara konsumen tak memakai masker. Padahal, tidak ada pengecekan suhu tubuh (memakai thermogun) oleh petugas bank.

“Bagaimana saya tahu harus memakai masker, sosialisasi juga tidak ada. Kemudian, bagaimana saya tahu tidak boleh masuk, petugas juga tidak memeriksa memakai thermogun. Harusnya pihak bank melakukan sosialisasi tak hanya menempel di tembok bank, tetapi lewat pesan singkat atau telepon kalau ke bank harus memakai masker,” kata Nurman salah seorang nasabah BTN.

Tak hanya itu, lanjut Nurman, jika seandainya keharusan memakai masker, kenapa thermogun dan alat cuci tangan di depan Bank tidak disediakan pihak bank. Seandainya, penularan korona bisa melalui bersin atau bertatap muka, kenapa hand sanitizer tidak disediakan.

“Harapannya pihak bank profesional dengan melayani konsumennya. Jelaskan yang baik jangan kelihatan kecut. Kan saya mau setor uang bukan untuk meminjam. Lah ini nasabah seharusnya menjadi raja, malah dikucilkan seperti maling saja,” ungkapnya.

Pihaknya mengetahui, bahwa pemakaian masker hanya berlaku bagi orang yang sakit saja. Penerapan social distancing (jaga jarak) dinilai cukup untuk menghindari terpapar Korona.

“Jadi sebagai rakyat kecil saya bingung. Disisi lain, pihak bank menagih terus rumah tidak disetor. Meskipun ada anjuran presiden bisa ditangguhkan. Sudah memaksanakan datang ke bank, malah diusir lagi gara gara tak memakai masker padahal saya dalam kondisi sehat,” katanya.

Jika mau menerapkan protokol kesehatan, tolong petugas menyediakan thermogun, nasabah yang datang dicek terlebih dahulu jangan langsung disuruh pulang gara gara tak pakai masker. Kemudian, di depan kantor bank disediakan alat cuci tangan dan handsanitizer agar nasabah yang masuk ke bank benar benar steril.

“Logikanya gini, bagaimana jika ada nasabah positif, tapi pakai masker. Apakah pihak bank akan melayani nasabah tersebut? Kemudian si nasabah tersebut memegang kursi dan benda lain di bank. Bagaimana menangkal korona jika di depan tidak disediakan handsanitizer,” katanya.

Jika mau menerapkan protokol kesehatan, lakukanlah sedetail mungkin. Kemudian, berikan penjelasan yang baik kepada setiap nasabah tentang penggunaan memakai masker.

“Ya jadi intinya saya kesel, mau setor uang juga dipersulit, tidak disetoran pihak bank nelepon terus. Ada penangguhan cicilan, tahun depan diakumulasikan, jadi sangat memberatkan masyarakat ditengah pandemi korona ini,” katanya.

Nurman pun mengakui, jangankan untuk setoran ke bank. Ditengah pandemi korona ini, biaya untuk makan pun sangat sulit. Disaat mau membayar cicilan, oleh pihak bank ditolak.

Sementara itu, sampai berita ini terbit, tidak ada satupun pihak bank milik pemerintah itu yang mau diklarifikasi. Pengakuan nasabah, Security bank langsung menutup pintu bank rapat rapat dan tidak mau diwawancara.

Ditemui terpisah, Pjs Kades Mekargalih Drs Yuli Handaka menyayangkan sikap bank yang tidak berperilaku ramah terhadap masyarakat, apalagi nasabahnya. Jika memang penggunaan masker itu wajib, tolong sediakan oleh pihak bank itung itung dana CSR. Sehingga, nasabah yang lupa tidak memakai masker tidak usah bolak balik ke rumah.

“Sebagai Pimpinan di Desa Mekargalih, saya merasa prihatin atas kejadian ini. Disisi lain, masyarakat kesulitan gara gara pandemi korona, tapi mereka sudah ada itikad mau melaksanakan kewajibannya dengan membayar cicilan. Namun, karena tak memakai masker malah disuruh pulang lagi. Kan disitu jelas tidak ada rasa melayani atau kasihan kepada nasabah,” katanya.

Yully yang juga sebagai Kasi Trantib Kecamatan Jatinangor, mengaku dalam waktu dekat ini akan mengecek ke sejumlah gedung dan kantor pelayanan publik, apakah sudah melaksanakan protokol kesehatan apa belum. Jika pun harus melaksanakan, tolong jangan persulit pelayanan.

PENULIS      :    SARIP WAHYUDI

REPORTER  :     Busernews19.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.