A place where you need to follow for what happening in world cup

Pemkab Garut Akan sulap Rusunawa Jadi  RS Darurat Penanganan Covid-19

0 31

KAB. GARUT, Busernews19.com- Gedung Bangunan Rumah Susun Sewa ( Rusunawa) yang berada di Jalan Raya Garut – Banyongbong yang dulunya kondisinya kotor karena lama tidak dipergunakan, kini sudah dibersihkan dan diperbaiki

” Memang betul Pemkab Garut berencana akan menggunakan bangunan rusunawa tersebut, untuk penanganan pasien Covid -19 ” Kabid Perumahan Disperkim Garut, Ooh Idham Holid saat ditemui diruangan kerjanya, Jumat (17/04)

Ia memaparkan, bagunan rusunawa bekas penampungan pengungsi banjir bandang tahun 2016 lalu kini siap untuk digunakan dan merawat pasien yang terpapar Virus Corona, untuk rusunawa ini, kata dia memiliki 100 kamar dan kantor, terdiri dari lima lantai, dan masing-masing lantai terdapat 24 kamar. Terkecuali lantai dasar hanya terdapat 4 kamar.

“yang disiapkan untuk tempat perawatan pasien virus Corona hanya lantai satu, dua, dan tiga. Kondisinya sudah siap karena sudah dicat ulang dan dipasangi saluran listrik oleh pihak PLN” ucapnya

Ia menambahkan, pihaknya hanya sekedar menyiapkan ruangannya saja. Sedangkan untuk peralatan tidur dan lainnya disiapkan oleh Dinas Kesehatan, dan pemasangan saluran listrik oleh pihak PLN.

Dia juga menjelaskan, untuk bangunan tersebut sekarang ini sudah milik Pemerintah Kabupaten Garut, setelah sebelumnya milik Kementerian PUPR.

“Pasca banjir bandang sungai Cimanuk, rusunawa ini dibangun oleh Kementrian PUPR selanjutnya digunakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi. Nah sekarang para pengungsi ini sudah ditempatkan di sejumlah rumah tapak yang ada di beberapa lokasi dan kondisinya kosong, dan siap digunakan untuk penanganan pasien Covid -19 ,” ujarnya.

Menurut Ooh, bila nantinya tidak dipergunakan bagi penanganan pasien Covid -19, rusunawa ini nantinya akan disewakan kepada masyarakat yang kurang mampu dengan harga sewa kurang dari Rp 200 ribu per bulan.

“Keinginan beliau (Bupati Garut) rusunawa ini akan disewakan ke warga yang kurang mampu. Harga sewanya juga, Ya sekitar Rp 150-Rp 200 ribu an lah per bulan. Mudah-mudahan saja, meski sudah disiapkan tapi jangan sampai digunakan pasien Covid-19. Sing sehat, salametna warga Garut mah,” pungkasnya.
PENULIS : DRIX
REPORTER : Busernews19.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.