A place where you need to follow for what happening in world cup

Warga Cidahon Geruduk Kec. Pameungpeuk, Tuntut Kejelasan  Terkait Jenazah Dari Tangerang Yang Diduga Positif Covid19

0 31

KAB. GARUT, Busernews19.com– Keluarga Almarhum Yang disangkakan positif Covid 19 di Kecamatan Pameungpeuk, Garut Jawa Barat akhirnya dapat sedikit bernafas lega setelah adanya klarifikasi yang dilakukan tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 kecamatan Pameungpeuk, Garut Jawa Barat.

Dikabarkan sebelumnya, almarhum penduduk Cidahon dibawa dari Tangerang menggunakan ambulans dengan tidak berdasar SOP penanganan Covid 19, diperkuat dengan surat yang ditunjukan dr. Ema, dengan seorang pegawai di RSUD Pameumgpeuk, yang menyatakan positif Covid 19, namun pihak keluarga juga membawa surat dari RS Sari Asih Kota Serang yang menyatakan almarhum meninggal karena gagal ginjal dan batu empedu.

Jelas saja hal ini membuat masyarakat Cidahon menggeruduk Puskesmas setempat dan kemudian berbondong-bondong menuju kantor Kecamatan Pameumgpeuk, guna mendesak Tim Gugus Tugas membuka kejadian yang sebenarnya tentang dua surat yang berbeda pernyataan.

“Yang pertama surat datang dari RS Mayapada tertanggal 20 April 2020, yang menyatakan almarhum positif Covid 19, namun surat kedua yang dikeluarkan oleh RS Sari Asih Kota Serang, justru menyatakan negative Covid 19,” ujar Vina Restu Riyanti salah seorang kerabat almarhum memberikan keterangannya pada awak media melalui sambungan selulernya, Kamis (30/04).

Jadi pada intinya menurut Vina, dua surat berbeda ini sangat merugikan pihak keluarga almarhum, dan dirinya mendesak kepada dr. Ema dan Tim Gugus Tugas Covid -19 Pameungupeuk yang bersikukuh dengan keputusan surat dari RS Mayapada yang mendapat bantahan juga dari humas RS Sari Asih untuk membuktikan kebenaran nya.

“Sampai hari ini kami, keluarga almarhum terus mempertanyakan dari mana dr. Ema memperoleh surat yang dikeluarkan oleh RS Mayapada, dan penanganan jenazah yang seharusnya dilakukan di tempat yang semestinya bukan di jalanan”, sesalnya.

Terkait dengan hal tersebut keluarga akan melakukan upaya hukum jika ditemukan penyimpangan apalagi hal ini sudah sangat merugikan pihaknya dan masyarakat Cidahon, walaupun sudah ada klarifikasi dan permintaan maaf dari dr. Ema.

“Banyak kejanggalan yang terjadi pada kasus ini, mulai dari beredarnya Voice Note yang berisikan informasi almarhum positif Covid 19 sampai pamulasaraan jenazah yang tidak selayaknya, jika mengacu pada SOP penanganan jenazah Covid 19 masih sangat jauh dan tidak manusiawi,” imbuhnya.

Di sisi lain sampai berita ini diturunkan Camat Pameungupeuk Jeje Jaenal sebagai kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Tingkat Kecamatan, saat dikonfirmasi hal tersebut enggan memberikan keterangannya.

PENULIS       :   DRIX

REPORTER    :  Busernews19l.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.