A place where you need to follow for what happening in world cup

DI MOMEN MEMPERINGATI HARI KEMERDEKAAN, WARGA KEBON JERUK BERHARAP MERDEKA DARI KETIDAKADILAN

0 73

Bandung, Busernew19.com-Selasa18 Agustus 2020 Sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dengan perkara Nomor Register 48/G/2020/PTUN.BDG kembali dibuka untuk umum, agenda sidang saat itu adalah Saksi Fakta dari Penggugat.

Miris, baru saja memperingati Hari Kemerdekaan, esok harinya Warga Kebonjeruk masih harus berjuang mempertahankan hak-hak mereka terhadap kesewenang-wenangan Penguasa. Namun hal tersebut tidak membuat semangat Warga Kebonjeruk redup dalam mempertahankan hak-hak mereka. Bagaimana tidak, objek lahan yang saat ini mereka gugat adalah lahan yang merupakan tempat tinggal mereka dan bahkan saat ini mereka merupakan generasi ketiga yang menempati lahan tersebut. Walaupun para Warga Kebonjeruk melawan Perusahaan BUMN yang sangat besar, hal tersebut tidak membuat semangat mereka surut sebab ini menyangkut hajat hidup.

warga Kebonjeruk mempercayakan penanganan perkara ini seluruhnya dan memberikan kuasa kepada Pusat Bantuan Hukum Rumah Bersama Advokat PERADI Bandung yang dipimpin oleh Dr. Musa Darwin Pane, SH, MH dan para advokat PBH PERADI RBA yaitu Dahman Sinaga, SH, Asri Vidya Dewi, S.Si, SH, Andreas D.L.A. Situmeang, SH, Art Tra Gusti, SH, CLA, Gideon Dwi Pamungkas, SH dan Novi Rahmawati, SH.

Warga Kebonjeruk kembali menunjukkan solidaritasnya, mereka berbondong-bondong hadir untuk memberikan semangat dan dukungan moril terhadap Saksi Fakta yang merupakan Sekretaris RW di Kebonjeruk. Puji Retno (Saksi Fakta) merupakan orang yang berjuang dari semenjak pertama kali PT. Kereta Api Indonesia mulai meng-klaim objek lahan Kebonjeruk milik dari PT. Kereta Api Indonesia. Dalam persidangan tersebut, Puji Retno juga menyampaikan bahwa perkara ini sudah sangat berlarut-larut namun tidak juga ada titik temu untuk penyelesaian perkara ini. Pada tahun 2016 Warga Kebonjeruk pernah mengajukan gugatan keperdataan di Pengadilan Negeri Bandung dan perkara tersebut sampai diperiksa di tingkat Kasasi. Saat ini pun, ada perkara Perdata yang diajukan oleh Para Warga di Pengadilan Negeri Bandung.

PT. KAI mempertanyakan kepada Saksi Fakta alasan mengapa hanya Amin dan Ade Hidayat saja yang mengajukan gugatan PTUN, sedangkan Warga Kebonjeruk yang terkena dampak atas SHGB ada sangat banyak. Namun Saksi Fakta menampik pertanyaan tersebut.

“Kalau bisa juga saya inginnya seluruh Bandung ini pak yang mengajukan Gugatan terhadap PT. KAI, itu semua hak warga, dan saat inipun banyak warga yang mengajukan Gugatan Perdata di Pengadilan Negeri Bandung.” tegas Puji Retno.

Kata menyerah ataupun lelah tidak pernah keluar sedikitpun dari mulut Warga Kebonjeruk. Bahkan seusai persidangan, Warga Kebonjeruk dengan semangat menggaungkan perjuangan mereka.

“Lawan, lawan, lawan!” teriak seluruh Warga Kebonjeruk di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung.

Agenda sidang selanjutnya merupakan Saksi Ahli yang diajukan oleh Penggugat yang akan dilaksanakan pada 1 September 2020. (GDP)

Leave A Reply

Your email address will not be published.