A place where you need to follow for what happening in world cup

Sebuah Kisah Inspiratif,Azis Aptira, S.H Dalam Menggapai Cita-Citanya.

0 688

Bandung,Busernews19.com,-

Sebuahkisah inspiratif dari seorang anak muda yang begitu tekun dan gigih dalam mencapai Cita-citanya
Melalui pesan whats app,Azis Aptira menuturkan kepada busernews19.com, tentang perjalanan hidupnya dalam menggapai cita-citanya.

AZIS APTIRA, S.H (Advokat&Praktisi Hukum) mengatakan,” Saya lahir dan besar di sebuah kampung di jawa barat. Cilutung namanya. Sebuah kampung di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya, sejak duduk di bangku TK sampai dengan MA (Madrasah Aliyah),saya tinggal disana bersama orang tua dari ibu saya, karena sejak usia 3 tahun kedua orang tua memutuskan untuk berpisah.”ungkapnya.Rabu (9/12/2020).

Sambung Azis,” Seorang anak kecil lugu yang mempunyai mimpi besar seperti anak anak di kota-kota pada umumnya, cita-cita yang lahir ketika usia 10 tahun tepatnya sejak duduk di bangku SDN (Sekolah Dasar Negri), dahulu sampai sekarang cita-cita itu masih sama, menjadi seorang PENGACARA. Saya lahir dari keluarga sederhana Ibu saya adalah seorang wirausaha bersama suaminya & Bapak saya adalah seorang petani bersama istrinya, sejak usia 3 tahun saya tinggal bersama nenek saya sampai usia 19 tahun karena beliau telah menghadap yang maha kuasa terlebih dahulu,alm.”ujarnya.

Dikatakan Azis Aptira,” Ketika saya telah menyelesaikan pendidikan di bangku MAN (Madrasyah Aliyah Negeri Cikalong), saya memutuskan untuk pergi merantau tidak jauh hanya bergeser ke Kota Tasikmalaya yang berjarak 80 km dan bekerja disebuah restoran selama 3 bulan sambil menunggu hasil Ujian Nasional, dari hasil bekerja di restoran tersebut terkumpul lah uang dengan jumlah Rp. 900.000,- untuk ukuran saya itu adalah uang yang sangat besar.

Setelah 3 bulan bekerja saya memutuskan pulang karena uang tersebut tidak cukup untuk membayar pendaftaran awal dengan jumlah yang cukup besar, setelah sampai di rumah saya berbicara kepada orang tua dan keluarga saya, semuanya tidak ada yang mendukung untuk kuliah kecuali alm.nenek saya dengan jaminan akan memenuhi beras saja tiap bulan untuk memenuhi makan sehari-hari.”jelasnya.

Lanjut Azis mengatakan,” Tidak sama seperti anak-anak se-usia saya pada umumnya yang ketika ada kemauan untuk melanjutkan jenjang pendidikan sampai sarjana banyak dukungan dari keluarga terutama orang tua, sebaliknya justru saya tidak diizinkan karena keterbatasan biaya dan notabene keluarga saya tidak ada yang lulusan sarjana.

Dari situ saya memutuskan kuliah sambil kerja dan baru terealisasi ketika menginjak semester 3 selama awal perkuliahan sampai semester 2 biaya hidup dan uang kuliah saya hasilkan dari bekerja sebagai penulis (jasa pembuat tugas/makalah para mahasiswa/i di fakultas hukum) di Sekolah Tinggi di kota tasikmalaya.”terangnya.

Selebihnya Azis menuturkan,” munculnya mimpi menjadi pengacara tersebut ketika saya menganggap tidak adanya keadilan untuk keluarga saya, banyak orang yang merendahkan derajat keluarga yang kurang akan pendidikan tinggi, ditambah ketika saya mendengar kisah seorang nenek bernama asyani, yang harus mendekam di penjara karena tuduhan mencuri kayu milik perhutani.

Di lain waktu, koruptor dan para pelanggar hukum Negara ini justru menerima sanksi ringan bahkan tak jarang bebas begitu saja. Ketika menjadi pengacara saya ingin berguna bagi masyarakat terutama bagi keluarga. Saya yakin menjadi pengacara akan memberikan ruang lebih luas bagi saya untuk menegakan keadilan. Saya selalu berdoa untuk diri sendiri semoga menjadi pengacara yang mengedepankan kejujuran di setiap sikap dan keputusan.

Dengan tekad kuat untuk mencapai cita-cita sejak kecil yang penuh pengorbanan dan perjuangan sampailah kepada tahap dimana saya resmi dilantik/disumpah pada tanggal 31 Agustus 2020 sebagai pengacara, ini bukanlah pencapaian terbaik dalam hidup saya, ini baru pintu awal untuk mewujudkan cita-cita besar saya, semoga ALLOH SWT memeberikan rezeki umur untuk mewujudkan semua mimpi-mimpi besar saya. pungkas AZIS APTIRA, S.H (Advokat&Praktisi Hukum).(red/BN19).

Leave A Reply

Your email address will not be published.