A place where you need to follow for what happening in world cup

Oknum Kades Di Sumedang Berulah,Diduga Lecehkan Profesi Wartawan Dan LSM

0 537

Laporan wartawan Buser News : Wawan Keling

Sumedang,Busernews19.com,-

Sejumlah wartawan dan LSM datangi kantor Kecamatan Pamulihan untuk konfirmasi dan klarifikasi terkait oknum Kepala Desa yang melecehkan profesi wartawan dan LSM.Jum’at (18/12/2020).

Kedatangan sejumlah wartawan dan LSM itu,untuk mempertanyakan atas apa yang sudah di ucapkan kepala Desa terhadap Wartawan dan LSM,Oknum kepala Desa tersebut yakni saudara Nana Suryana Kepala Desa Citali Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

“Wartawan hanya dagang koran dan LSM hanya tukang gebrak”,itulah yang di ucapkan Nana Suryana selaku kepala Desa Citali kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Mendengar ucapan yang dilakukan oknum kades tersebut,membuat sejumlah wartawan dan LSM mendatangi kecamatan Pamulihan untuk mempertanggung jawabkan atas ucapan oknum kades tersebut.

“Bukti kita sudah ada,ada rekaman dari rekan kita dari media cyber88.co.id,dan itu sudah jelas untuk dipertanggung jawabkan oleh oknum kades tersebut”.ucap jaelani (kepala biro Buser Indonesia).

Dikatakan Jaelani,”kalimat yang di lontarkan oknum Kepala Desa yang didengarnya melalui rekaman yang diserahkan oleh JurnalisCyber88.co.id, sangat tidak pantas untuk dilakukan. Seharusnya sebagai pelayan publik dan pelayan masyarakat, dia memahami tentang etika dalam berbicara.

Apalagi yang melakukan konfirmasi untuk meminta keterangan terkait adanya pemotongan BLT-DD di desanya adalah wartawan yang sedang melakukan tugas jurnalisnya sebagai pengemban UU 40 tentang Pers dan UU keterbukaan Publik,” Tandasnya.

“untuk itu,Saya meminta kepada Nana Suryana kepala Desa Citali kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang,untuk mempertanggung jawabkan atas apa yang telah di ucapkan,jangan sampai kejadian ini berlarut-larut,akan memicu reaksi sejumlah media online.

“Segeralah minta maaf,kalau bersikokoh tidak ada kejelasan,Saya dan teman-teman akan bergerak sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,biarkan APH yang nanti memprosesnya.”pungkas Jaelani.(**).

Leave A Reply

Your email address will not be published.