A place where you need to follow for what happening in world cup

Debt Collector Rampas Mobil Secara Paksa, Korban Laporkan Ke Polisi

0 390

Tangerang,Busernews19.com,-

Aksi brutal debt collector yang menarik kendaraan tanpa melalui proses pengadilan masih dianggap sebagai masalah dan membuat resah masyarakat. Bahkan putusan MK yang menyatakan bahwa debt collector atau leasing tidak bisa main tarik motor atau mobil kredit macet.

Pihak leasing atau finance seperti melalukan perlawanan terhadap keputusan tersebut. “Leasing masih tetap bisa menarik kendaraan dari debitur macet yang sebelumnya telah diperingatkan. Dengan catatan, prosedur sudah dijalankan

Karena sudah jelas, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau kepada seluruh perusahaan multifinance atau leasing untuk menjalani kepatuhan dalam memberikan pembiayaan dan perjanjian fidusia. OJK menjelaskan leasing berhak menarik motor atau mobil nasabahnya asal memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

Putusan MK No.18/PUU-XVII/2019 tanggal 6 Januari 2020 menimbulkan banyak persepsi soal tata cara penarikan kendaraan yang menjadi jaminan fidusia, salah satunya hak eksekusi harus melalui pengadilan.

Adapun dasar hukumnya, seperti Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2011. Yakni satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan kredit bermasalah adalah kepolisian atas keputusan Pengadilan.

Bila terjadi penarikan motor atau mobil jangan pernah tandatangani surat penyerahan dari leasing walau dipaksa. Jadi berdasarkan peraturan Kapolri tersebut debt collector bisa dipidana karena yang berhak menarik motor kredit macet hanya polisi.

Dan hal yang tidak terpuji dilakukan oleh sekelompok debt Colector yang mengaku dari leasing PT.Mitra Pinasthika Mustika Finance.

” Sekira Pukul 18.00 WIB di Area Parkir Faber Bliz Alam Sutra Kota Tangerang Selatan, telah terjadi perampasan dan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok debt collector pada tanggal 18 Desember 2020 lalu.

Peristiwa ini terjadi kepada salah seorang Jurnalis Media Cetak Merdeka News (Muhidin) selaku Kepala Perwakilan Provinsi Banten yang sedang menjalankan tugas.

Muhidin selaku korban saat diwawancara media online Buser News lewat telpon ia mengatakan, “Ya, betul kendaran R4 Saya jenis Honda CRV Nopol A 1342 TM, telah dirampas secara paksa oleh debt collector yang mengaku telah diberi kuasa oleh PT MPM” ungkap korban Sabtu (09/1/21).

Sambung Muhidin, “Dan saya waktu itu mencoba untuk mempertahankan kendaran saya dengan cara diskusi mencari jalan yang terbaik dengan ke 6 orang debt collector tersebut, namun kemudian sekelompok Debt Collector sekitar 10 orang berdatangan ke lokasi.

Singkat cerita,”Lalu terjadilah perdebatan yang sangat memanas sampai kedua tangan Saya di piting dan Saya tidak bisa berbuat apa-apa, Saya mencoba untuk melawan ketika sebagian debt collector itu akan mengambil kunci mobil Saya di dalam kantong celana, namun saat itu wajah saya terkena sikutan tangan dari salah satu orang tersebut, sehingga saya dipukul dan menimbulkan memar dibagian wajah, leher dan dada. Akhirnya orang itu mengambil kunci mobil saya dan mereka membawanya,” jelas korban.

Kejadian itu sudah Saya laporkan ke Sektor SPKT Polsek Serpong Polres Tangerang Selatan, dengan laporan polisi Nomor TBL/1200/K/XII/2020/SPKT/SEK,SRP.

“Jadi untuk saat ini Saya masih menunggu koordinasi dari pihak kepolisian, dan Saya juga berharap kepada pihak kepolisian agar segera secepatnya menangkap para pelaku debt collector itu,dan memproses sesuai dengan hukum yang berlaku, pungkas Muhidin.

Penulis : M.Uki

Reporter : Busernews19.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.