A place where you need to follow for what happening in world cup

Sepuluh Orang Ustadz Guru Ngaji di Panggil Tipikor Polres Lebak Untuk di Mintai Keterangan

0 972

Lebak – Tipikor polres Lebak Polda Banten memanggil sepuluh orang ustadz guru ngaji untuk di mintai keterangan terkait bantuan isentip Magrib mengaji yang di alihkan oleh aparat desa Mekarsari kepada ustadz yang tidak ada di data dari kecamatan namun yang bisa hadir memenuhi panggilan penyidik Tipikor polres Lebak Polda Banten tujuh orang ustadz di antaranya.

Ustadz Husen kampung Babakan Saputra, ustadz Iwan kampung Papanggo, ustadz Sukra kampung kadaung, ustadz Dana kampung kadungampar, ustadz Dedi kampung sukamanah, ustadz muslim kampung Binaya, ustadz Madin kampung Cimanggu semuanya dari desa Mekarsari kecamatan Rangkas Bitung kabupaten Lebak Banten. Sabtu 21/05/2022.

Ustadz Husen sebagai kordinator mengatakan Saya di panggil oleh penyidik Tipikor polres Lebak terkait bantuan isentip Magrib mengaji yang di alihkan oleh aparat desa Mekarsari kecamatan Rangkas Bitung kabupaten Lebak “Saya mendapatkan bantuan isentip Magrib mengaji dua ratus lima puluh ribu rupiah per tahun,”  kata Husen

Lanjut Husen saya mengatakan kepada penyidik Tipikor polres Lebak apa adanya sesuai dengan fakta yang saya dapat bagi saya bukan masalah uang nya, uang segitu dua ratus lima puluh ribu rupiah per tahun tetapi harga diri saya sebagai ustadz disepelekan dan kepada aparat desa Mekarsari kecamatan Rangkas Bitung jangan sewenang-wenang membuat peraturan tegas Husen.

Lanjut Husen dan saya pribadi kalau memang permasalahan ini masuk dalam kategori pidana maka saya akan lanjutkan perkara ini sampai pengadilan tutup Husen.

Ustadz Iwan salah satu yang di alihkan insentif nya menambahkan
Saya juga sama apa yang dikatakan oleh ustadz Husen mungkin yang lain juga sama sependapat. Saya juga akan lanjutkan permasalahan ini kalau memang ada pidana nya biar kedepannya tidak sewenang-wenang.
Dan di surat tembusan juga sudah jelas aparat desa atau kecamatan tidak boleh merubah data yang sudah tercantum dan apabila ada yang meninggal dunia pun uang tersebut harus di kembalikan apabila ada yang merubah data tersebut maka itu temuan kata Iwan.

Lanjut Iwan jelas surat tersebut yang membuat pemerintah kabupaten Lebak bukan kepala desa.
Dan saya mengharap kepada penyidik Tipikor polres Lebak yang nanganin kasus ini usut sampai tuntas, kasihan kami para ustadz di sepelekan dengan uang tidak seberapa tutup Iwan.

ICU gondrong

Reporter busernews 19 com

Leave A Reply

Your email address will not be published.