A place where you need to follow for what happening in world cup

MAFIA TANAH TERJADI DI KOTA GUDEG YOGAYAKARTA

0 85

 

DIY – Sejak jaman Penjajahan kita telah mengenal yang namanya Mafia Tanah dimana pelakunya adalah Pribumi sendiri yang seolah olah mereka yang memiliki dan mengusai dengan harta melimpah menjajah warga sendiri yang sedang kesusahan dalam mencari Rejeki.

Namun ini yang terjadi di Kota Gudeg – Yogyakarta dimana telah terjadi peristiwa silam sekitar pada tahun 2012, kemudian fakta mengungkapkan kepada Ny. PARJO alias CAHYA PRASETYA seorang wanita yang sudah renta yang menikah dengan laki – laki yang bernama Santoso dan dalam pernikahan mereka dikaruniani 5 orang anak dan memiliki 6 orang cucu yang sehat – sehat semua.

Dalam perjalanan hidup berumah tangga Suami Istri ini di karuniani Rejeki yang melimpah dengan berdagang, karena harta melimpah sang suami merasa pingin memiliki Istri lagi dengan membawa seorang janda anak 1 (STN) ke Jogja dan memaksa sang Istri sah untuk merestuinya, namun sang Istri tidak mau di madu dan tetap sang Suami melakukan layaknya suami Istri dengan wanita yang dibawanya tersebut di rumah yang berbeda.

Dalam perjalanan hidup disatu kota inilah mulai muncul masalah – masalah yang rumit dibalik rumah tangga mereka yang dikaruniani Rejeki yang melimpah.

Yang singkat cerita sang Suami jatuh sakit keras akhirnya di tinggalkan oleh wanita simpanannya tadi dan kembali ke Istri sahnya dan dengan rendah hati sang Istri sah atau Ny. PARJO alias CAHYA PRASETYA merawatnya dengan kasih sayang dan akhirnya meninggal dunia di pangkuan sang Istri sahnya.

Namun cerita tidak selesai disini : bahwa ternyata Wanita (STN) telah melakukan penjualan tanah milik sang Suami ( SANTOSO ) dimana setelah ditelusuri hasil rejeki dari Ny. PARJO alias CAHYA PRESETYSA dan sudah dibalik nama oleh si Pembeli.

Keluarga Ny. PARJO alias CAHYA PRESETYA menunjuk Kuasa Hukum/Advokad WISNU HARTO, SH untuk melacak dan memburu pelaku untuk merebut kembali atas hak tanah milik Ny. PARJO alias CAHYA PRASETYA.

Dan dengan didukung dari pihak kepolisian Polsek SEWON – Kabupaten Bantul wilayah POLDA DIY dengan Penyidik AIPDA SUHANTO dan KANIT RESKRIMnya AKP SIGIT beserta team telah berhasil mendapatkan semua alat bukti dan saksi – saksi yang kuat bahwa pelaku ternyata Wanita yang di bawa oleh SANTOSO yaitu STN dengan memalssukan dokumen – dokumen yang seolah olah SANTOSO adalah Suami sahnya dia akta nikahnya.

Untuk STN bisa masuk ke nama pemilikan sertifikat sebagai Istri sahnya, membuat Akta meninggal
SANTOSO, yang padahal SANTOSO masih hidup, memalsukan data KTP milik SANTOSO dengan mengganti foto santoso dengan orang lain, di mana fisik orang tersebut bukanlah Santoso untuk mempermudah jalannya proses tanda tangan jual beli di depan notaris EDWIN RUSDI, SH, Mkn.

Dari pihak kepolisan akhirnya menersangkakan STN dan laki – laki lain yang mengaku SANTOSO tersebut dengan Vonis pasal 364 KUHPidana yang telah melakukan perbuatan memalsukan dokumen – dokumen yang dianggapnya adalah sah dan sesuai dengan isinya dan beritanya.

Dan dalam proses Pidana pun pihak STN tetap merasa dirinya tidak bersalah dengan menunjuk Kuasa Hukumnya yaitu ADI SUSANTO, SH dan membuat perkara ini di Perdatakan dengan gugatan PMH (perbuatan melawan hukum) karena menjatuhkan martabat dan hak asasi kemanusiaan.

Yang akhirnya semua itu tidak terbukti dan menggugurkan semua Gugatan yang dilakukan oleh STN dan Kuasa Hukumnya dan tetap keadilan dan kebenaran yang akan menang dan atas ijin Allah SWT juga yang mengatur semua ini akhirnya Fakta terkuak di persidangan meja hijau.

Atas tindakannya semua STN mengakui perbuatannya dan jatuhlah Vonis di perkara No. 55/Pid.B/2022/PN.Btl pada tanggal 26 April 2022.

(By. DONI KASDIYANTO, SH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.