A place where you need to follow for what happening in world cup

Hellen Purbonegoro Pengusaha Sembako Dari Yogyakarta Diduga Terjerat Perpajakan

0 268

 

DIY – Pada tanggal 05 Januari 2023 telah di persidangkan PLEDOI dengan nomer perkara 242/Pid.Sus/2022/pn Btl dari Penasehat Hukum Terdakwa HELLEN PURBONEGORO di Majelis Hakim Pengadilan Negeri Wilayah Kabupaten Bantul – DIY.

Terdakwa HELLEN PURBONEGORO yang bertempat tinggal di Jl. Bugisan no.117 Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan Kabupaten Bantul Propinsi DIY di tuntut Pidana oleh Jaksa Penuntut Umum.

Dengan dakwaan telah melanggar pasal 39 ayat (1) huruf d Undang – Undang Nomor 28 tahun 2007 tentang perubahan Ketiga atas Undang – Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan dan tata cara Perpajakan.

Sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang – Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dan menjatuhkan Hukuman Pidana Penjara selama 5 ( lima ) tahun dan denda sebesar 2 x pajak terhutang atau 2 x Rp. 50.526.419.576 = Rp. 101.052.839.152 ( seratus satu milyar lima puluh dua juta delapan ratus tiga puluh sembilan ribu seratus lima puluh dua rupiah )

Apabila dalam kurun waktu 1 ( satu ) bulan Terdakwa tidak melakukan pembayaran maka aset harta benda yang dimiliki olaeh Terdakwa akan di sita dan dilelang oleh Kejaksaan untuk membayar kewajiban pajak Terdakwa,

Dan apabila harta benda atau aset Terdakwa tidak mencukupi untuk membayar kewajiban pajaknya maka akan dijatuhkan hukuman penjara pengganti denda selama 1 ( satu ) tahun.

Dalam Nota Pembelaan atau PLEDOI dari Penasehat Hukum terdakwa menyatakan bahwa apa yang telah dilakukan penyidik Kanwil Pajak Propinsi DIY atau dalam olah TKP ditemukan oleh Penasehat Hukum adanya penyimpangan seperti intimidasi dari pihak penyidik kanwil kepada Terdakwa,.

Penyitaan Dokumen seperti BPKB kendaraan dan Sertifikat tanah SHM yang tidak beralasan.

Proses Hukum Pidana yang dipaksakan yang seolah olah perkara ini seperti apa yang dilakukan oleh Koruptor dan Premature dimana perkara ini belum saatnya menjadi sebuah pidana yang matang dan masih bisa dimusyawarahkan.

Harapan dari Penasehat Hukum dari Terdakwa adalah agar perkara pidana ini dihentikan karena Terdakwa HELLEN PURBONEGORO masih ingin berkarya di bidang bisnisnya dan masih banyak karyawan yang masih mencari rejeki di usahanya.

Dengan menyediakan lapangan pekerjaan dilingkungan masyarakat Yogyakarta, sangat membantu perekonomian wilayah Yogyakarta Khususnya di Bantul dan untuk tuntutan pajak yang menjadi kewajibannya nanti bisa dibicarakan karena menurut Penasehat Hukum Terdakwa ini bukanlah Pidana Murni hanya masalah perhitungan angka atau nominal pajak terhutang.

Dari Nota Pembelaan dari Penasehat Hukum Terdakwa sudah di terima oleh Majelis Hakim yang menangani perkara ini yang di pimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Bantul yaitu Bapak KURNIAWAN WIJONARKO, S.H,. M.Hum dengan Hakim anggotanya yaitu Ibu SRI WIJAYANTI TANJUNG, SH dan Bapak GATOT RAHARJO, S.H.M.H dan apa yang menjadi harapan dari Terdakwa apakah bisa di pertimbangkan oleh Majelis Hakim…. ?

Kita tunggu hasil dari jawaban dari Jaksa Penuntut Umum yang akan di sampaikan pada tanggal 10 Januari 2023 mendatang.

Dari kami semoga institusi Pengadilan Negeri Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta nantinya bisa memberikan putusan ang seadil – adilnya untuk semua pihak dalam perkara ini.

(Doni Kasdianto, SH) .

Leave A Reply

Your email address will not be published.